Kerajinan Tirai, Produk Olahan dari Pelepah Sawit Mendatangkan Cuan

Kerajinan Tirai,  Produk Olahan dari Pelepah Sawit Mendatangkan Cuan

Salah seorang warga Pasar Ngalam, Seluma mengolah sampah pelepah sawit menjadi kerajinan tirai-Anang-

 

SELUMA, RADARBENGKULUONLINE.COM - Orang awan akan melihat pelepah sawit sebagai salah satu sampah yang tidak lagi memiliki manfaat dan hanya akan dibuang begitu saja.

 

 

 

Namun di tangan warga Pasar Ngalam, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, pelepah sawit menjadi suatu kerajinan yang mendatangkan uang.

 

 

 

Hampir semua warga rata-rata memiliki kebiasaan untuk mengolah sampah pelepah sawit menjadi kerajinan tirai.

BACA JUGA:Persiapan Lebaran 2023, Jasa Raharja, Kemenhub dan Korlantas Polri Survei Jalur Pantai Selatan

BACA JUGA:Begini, Strategi Pemkab Mukomuko Isi Pegawai RS Pratama di Ipuh Yang Akan Dibangun

 

 

 

Sudah sejak zaman dahulu, pelepah sawit yang berserakan dimanfaatkan warga untuk dijadikan kerajinan tirai.

 

 

 

Daerah Pasar Ngalam yang merupakan daerah perkebunan kelapa sawit memang memiliki sampah pelepah sawit yang cukup melimpah.

 

 

 

Melihat kondisi inilah warga mulai tertarik untuk menekuni kerajinan ini.

BACA JUGA:Bengkulu Utara Ikut Rapat Tekan Inflasi dengan Mendagri

BACA JUGA:Transformasi dan Inovasi Jadi Kunci BNI Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

 

 

 

Tirai yang dihasilkan bisa digunakan sebagai alat untuk menghalangi rumah atau warung dari paparan sinar matahari. 

 

 

 

Saat ditemui RADARBENGKULUONLINE.COM pada Selasa, 24 Januari 2023, Rozali, salah seorang warga Pasar Ngalam yang juga mengolah pelepah sawit menjadi tirai memaparkan proses pembuatan tirai dari pelepah sawit cukup mudah. 

 

 

 

Rozali setiap hari bisa membuat tirai itu 4-5 buah dan untuk menjualnya juga tidak susah.

BACA JUGA:Sampaikan 5 Tuntutan, Massa Geruduk Kantor Bupati Benteng, Sayangnya Pj Bupati Keluar

BACA JUGA:Di Rumah Bung Karno, Erick Thohir Bilang Dapat Pelajaran Berharga

 

 

 

Barang ini langsung diambil pedagang atau toke ke rumahnya sekali sebulan dan kemudian dibawa dan dijual ke Palembang, pulau Jawa.

 

 

 

“Bahan pelepah sawit itu dibersihkan, dijemur hingga kering, setelah kering kemudian dijalin hingga menjadi sebuah tirai.''

 

 

 

Harga yang dibandrol untuk satu buah tirai kepada para agen atau toke tirai cukup murah, Rp 23.000, sedangkan untuk warga atau masyarakat sekitar harganya Rp 30.000. 

BACA JUGA:201 PPS Diminta Jujur, Profesional dan Bekerja Keras Untuk Menyukseskan Pemilu 2024

BACA JUGA:Soal Sawit, Menteri BUMN Erick Thohir Ada Obrolan Serius Bersama Gubernur Rohidin, Mau Tau?

 

 

 

Tirai pelepah sawit ini banyak diminati orang karena tahan lama.

 

 

 

Harga yang lumayan ini sangat membantu sekitar 25 warga yang menekuni usaha  tirai ini untuk menambah pemasukan keluarga.

 

 

 

Selain mengurangi sampah, nyatanya kerajinan tirai dari pelepah sawit juga bisa menjadi sumber pemasukan bagi para warga.

BACA JUGA:Buah Sawit Masyarakat Kerap Busuk Gara-Gara Jalan Buruk, Distan Mukomuko Lakukan Ini

BACA JUGA:Enak, Mahasiswi Ini Manfaatkan Waktu Luang untuk Cari Uang

 

 

 

Sumber: