Ilmuan : Asteroid Bennu Berpotensi Bahaya Mengandung Mineral yang Tidak Terlihat di Bumi

Ilmuan : Asteroid Bennu Berpotensi Bahaya Mengandung Mineral yang Tidak Terlihat di Bumi

Asteroid Bennu Berpotensi Bahaya Mengandung Mineral yang Tidak Terlihat di Bumi-Poto kompas.com-

RADAR BENGKULU - Para ilmuwan membagikan hasil sains komprehensif pertama dari misi pengambilan sampel asteroid OSIRIS-REx NASA di Lunar and Planetary Science Conference, yang mengungkap susunan asteroid Bennu yang luar biasa.

Hampir empat tahun setelah pesawat luar angkasa OSIRIS-Rex milik NASA mengumpulkan sampel dari sebuah asteroid, para ilmuwan akhirnya mengungkap komposisi menarik dari asteroid Bennu yang merupakan batuan luar angkasa tersebut.

Diantaranya, asteroid dekat Bumi, yang dikenal sebagai Bennu, mengandung reservoir mineral yang disebut magnesium fosfat.

BACA JUGA:Berapa Tunjangan Pejabat Eselon 3 dan eselon 4 di Pemkab Mukomuko? Berikut Penjelasannya

BACA JUGA:Tips Mudik Lebaran Menggunakan Mobil Pribadi, Ini yang Wajib Disiapkan

Partikel putih terang yang tersebar di lautan bebatuan Bennu yang gelap ini jarang ditemukan dalam astro material, kata para ilmuwan.

“Tidak mengherankan jika awalnya kami mengira ini mungkin merupakan kontaminan,” kata Jessica Barnes , asisten profesor di Lunar and Planetary Laboratory (LPL) yang memimpin analisis fosfat pada sampel yang dikembalikan.

Berbicara di Lunar and Planetary Science Conference (LPSC) di Texas dan secara online pekan lalu, Barnes mengatakan tidak ada analog kimia yang baik dari mineral tersebut di Bumi, baik karena mineral tersebut terlalu rapuh untuk bertahan saat jatuh ke Bumi atau menghilang segera setelahnya. 

BACA JUGA:25 Tahun Menghilang, Apa yang Terjadi Dengan Jaryd Atadero? Banyak Keanehan yang Sulit Diungkap?

BACA JUGA:7 Rekomendasi Anime Comedy Untuk Temani Kamu Menunggu Waktu Berbuka Puasa

Kehadirannya dalam sampel Bennu dapat digunakan untuk menyimpulkan berbagai episode aktivitas geologi pada tubuh induk Bennu, katanya.

Sampel tersebut juga menunjukkan keberadaan glisin, asam amino paling sederhana dan bahan penting dalam protein , serta mineral pembawa air lainnya, termasuk karbonat, sulfit, olivin, dan magnetit, yang semuanya merupakan bukti nyata yang disaksikan oleh tubuh induk Bennu. 

Ilmuwan lain yang mempelajari kekayaan makhluk luar angkasa menemukan banyak senyawa pengubah air yang disebut phyllosilicates, serta banyak koleksi mineral organik dan terhidrasi lainnya. 

Filosilikat, yang secara struktural terikat pada air dalam meteorit, mungkin merupakan tempat lahirnya bahan organik dan air yang menurut para ilmuwan dikirim ke Bumi pada awal sejarahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: