Mempertahankan Predikat Muttaqin

Dr. H. Rozian Karnedi, M.Ag-Adam-radarbengkulu
Predikat muttaqin merupakan kasta yang tertinggi sebagaimana firman Allah yang artinya: “…..Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat:13)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Alquranul Karim menggambarkan karakter orang yang muttaqin antara lain terdapat dalam firman Allah yang artinya:
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan, dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali ‘Imran: 133-135)
Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa karakter orang muttaqin adalah sebagai berikut:
1. Melakukan Ibadah Maliyah (ibadah harta)
Oleh sebab itu mari kita gemar melakukan ibadah maliyah seperti sedekah, zakat, infaq, akikah dan dalam waktu dekat yang perlu kita persiapkan adalah ibadah kurban.
Ibadah kurban mengajarkan perlunya kita membuang, menyembelih atau “mengorbankan” sifat-sifat kebinatangan seperti tamak, rakus, loba, memperturutkan hawa nafsu dan lain-lain. Inilah agaknya maksud firman Allah berikut yang artinya:
“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu….” (QS Al-Hajj: 37)
2. Memperkuat Hablumminannas ( hubungan kepada sesama manusi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: radarbengkulu