Bengkulu Butuh Penambahan Kuota BBM Subsidi Sebanyak 78 Ribu Barel

Pemprov Bengkulu Ajukan Usulan, Penambahan Kuota BBM 78 Ribu Barel-Ist-
RADAR BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) BENGKULU telah resmi mengajukan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) Republik Indonesia.
Usulan tersebut, yang diajukan berdasarkan kebutuhan 9 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Bengkulu, mencapai 78 ribu barel.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad (RA) Denny, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan peningkatan signifikan dibandingkan kuota BBM yang diberikan pada tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Temui Presiden ke-7 Jokowi, HPMPI Bahas Nasib Pertashop Ditengah Ketidakpastian Harga BBM
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Mengusulkan Kenaikan Kuota BBM Antara 7 Hingga 8 Persen untuk Tahun 2025
"Iya, usulan kita meningkat menjadi 78 ribu barel. Ini sudah kita sampaikan dan saat ini masih berproses di KemenESDM," ujar RA Denny saat diwawancarai pada Senin, 18 November 2024.
RA Denny menjelaskan, penambahan kuota ini diajukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan BBM bersubsidi di tengah masyarakat. Jika kuota ini disetujui sepenuhnya oleh KemenESDM, diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan energi di daerah, tetapi juga mencegah potensi kelangkaan yang sering dikeluhkan masyarakat.
"Kami berharap seluruh usulan ini dapat diakomodir oleh KemenESDM. Jika disetujui, ini akan sangat menguntungkan masyarakat di seluruh Provinsi Bengkulu," tambahnya.
Meskipun begitu, Denny mengakui bahwa proses persetujuan kuota sepenuhnya berada di bawah kewenangan KemenESDM. "Kita hanya bisa menunggu hasil dari pengajuan tersebut," katanya.
Permasalahan kelangkaan BBM memang menjadi isu yang sering muncul di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Bengkulu. Dengan kondisi geografis yang cukup menantang, distribusi BBM ke daerah-daerah pelosok seringkali menemui kendala.
Untuk itu, RA Denny menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyedia BBM, dan masyarakat untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
"Kami di Pemprov juga berupaya memastikan bahwa distribusi BBM ini tidak hanya lancar, tetapi juga tepat sasaran, khususnya untuk masyarakat yang memang sangat membutuhkan subsidi," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: