KHUTBAH IDUL FITRI: Semangat Takwa Majukan Umat dan Bangsa

Dr. H. Jonsi Hunadar, M.Ag -Adam-radarbengkulu
Dalam kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan pun mulai terasa adanya peluruhan nilai-nilai utama ini. Politik uang, permusuhan, kebencian, ghibah (menggunjing), tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain), provokasi, dan menghalalkan segala cara seakan legal dalam kehidupan politik di tubuh bangsa ini.
Oleh karena itu, sangat diperlukan pencerahan akal dan budi, agar kita semua bisa mewujudkan karakter utama sebagai aktualisasi taqwa buah dari puasa Ramadhan.
Idul Fitri harus kita jadikan sebagai momentum untuk menghidupkan kembali nilai nilai utama kehidupan, nilai nilai akhlak mulia. Menghidupkan kembali kasih sayang, saling menghormati sesama dan menjaga persatuan. Dengan senantiasa menerapkan akhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan berbangsa maka sesungguhnya kita telah menampilkan cara berislam yang mencerahkan dan memajukan.
Bahwa akhlak mulia adalah citra diri setiap muslim, karena sesungguhnya akhlaq mulia tidak bisa dipisahkan dengan keimanan dan ketaqwaan. Ketika setiap Muslim di negri ini – sebagai penduduk terbanyak- telah menerapkan karakter utama sebagi perwujudan iman dan taqwa, niscaya Allah akan meberikan anugerahnya kepada bangsa kita. Sebagaimana termaktub dalam Al Quran;
وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ
”Apabila penduduk suatu negeri benar benar beriman dan bertaqwa, niscaya Aku bukakan kepadanya barokah dari langit dan bumi. tetapi mereka mendustakan ayat ayat kami, maka kami siksa mereka disebabkan karena perbuatammya." (QS Al a’rof : 96 )
Oleh karena itu, untuk menjadi sebuah bangsa yang maju tentunya tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik semata. Tetapi harus diikuti dengan membangunan karakter utama.
Sebagaimana para pendiri bangsa ini selalu mengingatkan agar selalu memperhatiak keduanya. Bangunlah jiwanya –Bangunlah badanya. Bangsa ini telah dikenal sebagai bangsa yang relegius. Tentunya ini harus kita jaga, karena mulai ada yang ingin membawa agar agama dijauhkan dari proses menata bangsa, ditarik tarik ke arah sekuler.
Menjaga agar tetap menjadi negara yang religius adalah pengamalan dari Pancasila. Tentunya relegiutas yang kita inginkan adalah relgiusitas yang mencerahkan dan memajukan. Salah satunya adalah dengan mewujudkan akhlaqul karimah- karakter utama- dalam kehidupan.
Akhirnya marilah kita memohon kepada Alllah SWT, semoga kita senantiasa diberi hidayah, sehingga didalam menghadapi hidup yang semakin sulit ini kita tetap menjalani dengan benar. Kita berdoa Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kita dan mengampuni dosa dosa kita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: