KHUTBAH IDUL FITRI: Semangat Takwa Majukan Umat dan Bangsa

KHUTBAH IDUL FITRI: Semangat  Takwa Majukan Umat dan Bangsa

Dr. H. Jonsi Hunadar, M.Ag -Adam-radarbengkulu

Pesan yang ketiga, adalah senantiasa berakhlak yang mulia dalam menjalani kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Dalam ajaran Islam keimanan dan ketakwaan haruslah membuahkan akhlak yang mulia. Dalam sebuah riwayat dikisahkan ketika sahabat bertanya kepada baginda nabi tentang siapakah mukmin yang paling baik;

 

وَعَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ؟ قَالَ: "أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا"

 

Diriwayatkan pula dari Ata, dari Ibnu Umar, bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah Saw., 

"Wahai Rasulullah, manakah orang mukmin yang paling utama?" 

Rasulullah Saw. menjawab: ''Orang yang paling baik akhlaknya dari mereka.”

 

Di dalam hadits lain yang Rasulullaah bersabda

 

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً

 

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi). 

 

Lulusan madrasah Ramadhan adalah pribadi bertakwa dengan karakter yang mulia, dihiasai dengan kemuliaan akhlak.  Orang bertakwa akan selalu berusaha berprilaku benar, berbuat jujur, adil, terpecaya, dan melakukan segala kebaikan dan kearifan untuk dirinya, keluarga, masyarakat, dan umat manusia keseluruhan. Bersamaan dengan itu ia akan senantiasa menjauhi hal-hal yang salah, buruk, dan tidak pantas dalam kehidupannya. Bagi kita yang menjalanai puasa dengan benar, maka   harus menjadikan puasanya sebagai kekuatan ruhani untuk membentuk perilaku baik dan terjauh dari perangai buruk buah dari ketakwaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: