Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Bengkulu Selatan Lakukan Ini
Kepala BPBD Bengkulu Selatan Nusadian Esa Putra-Fahmi-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Manna - Ancaman kemarau panjang mempunyai dampak yang cukup besar. Walaupun akibat dari kemarau tersebut Bengkulu Selatan tidak terlalu terdampak, tetapi akibat kemarau panjang ini bisa berakibat fatal kalau tidak disikapi dengan baik.
Menghadapi ancaman kemarau mengintai yang diperkirakan akan berlangsung cukup panjang pada tahun 2026, pemerintah daerah di Bengkulu Selatan mulai mengambil langkah antisipasi sejak dini. Bahkan pihaknya telah melaksanakan rapat bersama, baik itu dengan TNI Polri. Kondisi cuaca kering yang diprediksi pada pertengahan tahun, puncaknya di bulan Agustus mendatang.
BACA JUGA: 166 SPPG Polri Diresmikan Presiden RI, Dua SPPG Ada di Bengkulu Selatan
Kepala BPBD Bengkulu Selatan Nusadian Esa Putra, ST. ME mengungkapkan hingga akhir tahun berpotensi menimbulkan berbagai dampak, terutama bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
Berbagai upaya pencegahan mulai disiapkan agar dampak kekeringan tidak meluas. Fokus utama diarahkan pada wilayah persawahan yang berisiko mengalami kekurangan air, mengingat sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.
"Untuk mengantisipasi dampak dari kemarau nantinya, kita sudah mengambil langkah awal dengan mengajukan permohonan bantuan ke Balai Wilayah Sungai VII. Bantuan yang diusulkan berupa pembangunan sumur bor di sejumlah titik strategis yang diperkirakan akan mengalami kekeringan saat musim kemarau tiba.Selain itu, kita sudah menyiapkan mobil tangki apabila nantinya masyarakat membutuhkan air bersih,"ungkap Nusadian yang sering disapa Aan.
Langkah yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi agar para petani tetap memiliki akses terhadap sumber air, meskipun curah hujan mengalami penurunan signifikan.Selain itu, untuk pengajuan tersebut telah dilengkapi dengan data pendukung yang cukup rinci.
Untuk ketersediaan mobil tangki memang di BPBD hanya ada satu, tapi pihaknya akan bekerjasama dengan pihak PUPR, PDAM dan Pemadam untuk ketersediaan mobil tersebut, yang mana nantinya mobil ini akan disebar diwilayah yang benar-benar membutuhkan air bersih. Apabila nanti ada masyarakat yang membutuhkan, bisa langsung menghubungi pihak BPBD Bengkulu Selatan.
"Semua persyaratan sudah kita sampaikan. Tinggal lagi menunggu dari pihak Balai Wilayah Sungai VII.Harapan kami tentu bantuan ini bisa segera direalisasikan, sehingga sebelum puncak kemarau datang, masyarakat sudah memiliki solusi untuk mengatasi kekurangan air. Selain itu, kita juga tidak hanya mengandalkan bantuan dari pusat, BPBD BS juga telah menyiapkan langkah-langkah internal. Salah satunya adalah rencana pembentukan pos siaga yang akan difungsikan sebagai pusat koordinasi penanganan bencana kekeringan,"pungkas Aan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
