Sudah Ada Titik Terang, Prihantini Akui Catut Nama Dosen Matematika UNM
Melalui akun media sosial salah satupihak yang merasa dirugikan oleh terduga riset palsu, mengungkapkan jika salah satu terduga pelaku riset palsu rekan dari Rifaldy Fajar yaitu Prihantini akui catut nama dosen Matematika UNM-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta – Melalui akun media sosial salah satu pihak yang merasa dirugikan oleh terduga riset palsu, mengungkapkan jika terduga pelaku riset palsu rekan dari Rifaldy Fajar yaitu Prihantini akui catut nama dosen Matematika UNM.
Seperti dikutip dari laman disway.id, adapun dosen Matematika UNM tersebut adalah Mariani S.Si.M.Si yang namanya dicatut oleh Prihantini untuk salah satu karya ilmiahnya.
BACA JUGA: Warna Pintu Rumah yang Sebaiknya Dihindari dan Pilihan Terbaik untuk Tampilan Hunian Lebih Menarik
Pencatutan nama ini mencuat setelah Rifaldy Fajar dan Prihantini ketahuan melakukan riset palsu saat mengikuti konferensi dunia International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISSPD) di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026 lalu.
Pengakuan Prihantini tersebut tertuang dalam surat pernyataan yang diunggah oleh Mariani di akun instagramnya @mariani_dppst. Dalam postingan tersebut, Mariani memposting surat pernyataan atas nama Prihantini yang mengakui jika mencatut namanya tanpa pemberitahuan.
Bukan hanya itu, dalam surat peryataan tersebut, Prihantini juga menyampaikan jika dirinya siap bertanggung jawab atas pencatutan nama Mariani. Selain itu Prihantini juga menuliskan dalam surat pernyataan yang ditandatangani pada 29 Mei itu jika siap bertanggung jawab baik secara adminstratif hingga hukum jika pencatutan itu merugikan Mariani.
Adapun isi surat pernyataan tersebut antara lain pada poin pertama, Prihantini mengakui telah mencantumkan nama pihak berikut tanpa persetujuan maupun sepengetahuan yang bersangkutan yang bernama Mariani, S.Si., M.Si yang merupakan dosen Jurusan Matematika, Universitas Negeri Makassar.
Nama Mariani Mariani, S.Si., M.Si. pada sejumlah karya ilmiah/abstrak/poster yang daftar lengkapnya tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Pernyataan ini, tanpa persetujuan maupun sepengetahuan dari yang bersangkutan.
“Saya mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan pelanggaran etika akademik yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi saya,” tulis Prihatini dalam surat pernyataan tersebut.
“Saya menegaskan bahwa Saudari Mariani, S.Si., M.Si. tidak memiliki keterlibatan dalam penyusunan, pengiriman (submission), registrasi, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan karya ilmiah/abstrak/poster yang terlampir dalam dokumen lampiran dan yang ditemukan di kemudian hari”.
“Dengan ini saya menyatakan bahwa Saudari Mariani, S.Si., M.Si. adalah pihak yang dirugikan dan merupakan korban atas pencantuman nama tanpa izin tersebut”.
“Saya juga mengakui telah mencantumkan dan/atau menggunakan afiliasi institusi milik Saudari Mariani, S.Si., M.Si. tanpa persetujuan yang sah dari yang bersangkutan maupun institusi terkait. Segala bentuk pencatutan afiliasi tersebut sepenuhnya merupakan tindakan pribadi saya dan tidak dapat diartikan sebagai bentuk keterlibatan, persetujuan, kerja sama, dukungan akademik, maupun tanggung jawab dari Saudari Mariani, S.Si., M.Si. ataupun institusi yang dicantumkan”.
“Saya bersedia bertanggung jawab penuh atas segala akibat hukum, administratif, etik akademik, maupun kerugian reputasi yang timbul akibat tindakan saya tersebut, baik pada saat ini maupun di kemudian hari”.
“Saya bersedia menerima segala sanksi sesuai ketentuan dalam peraturan akademik, kode etik penelitian, maupun kebijakan institusi yang berlaku apabila di kemudian hari pernyataan ini terbukti tidak benar,” tambah surat tersebut.
Rifaldy Fajar Catut Nama Ibunya
Di samping Prihantini, sebelumnya ibu dari Rifaldy Fajar mengakui jika tidak tahu jika namanya dicatut anaknya untuk riset yang presentasi di acara konfrensi Kopenhagen, Denmark. Tidak hanya sekali, dalam beberapa acara konfrensi lainnya Rifaldy juga diketahui mencatut nama ibunya Elfiana Syafruddin.
Masalah ini terungkap kepublik setelah Elfiana memberikan klarifikasi pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyalı Bulukumba (UMB) pada 29 Mei lalu. Elfiana mengakui jika benar namanya tercantum pada berbagai abstrak international conferences and symposia, serta pengajuan travel grant dengan mencatut afiliasi UMB.
Walaupun demikian, Elfiana menyampaikan jika dirinya sama sekali tidak mengetahui dan menyetujui pencantuman namanya tersebut. Dalam kesempatan itu, Elfiana mengakui jika seluruh tindakan pemalsuan identitas akademik ini murni dilakukan tanpa sepengetahuannya oleh anak kandungnya Rifaldy Fajar. Adapun rentang waktu pemalsuan identitas akademik tersebut telah dilakukan Rifaldy dari 2021 hingga 2026.
Atas terbongkarnya kasus ini, Rifaldy melalui ibunya mengklaim telah membatalkan seluruh keikutsertaan pada agenda internasional yang mencatut nama ibunya dan afiliasi UMB, termasuk salah satunya pada kegiatan 14th World Congress for Hair Research yang dijadwalkan pada 28-31 Mei 2026 di COEX, Seoul, Korea.
Sedangkan UMB sendiri tetap konsisten pada Somasi Terbuka yang telah dirilis sebelumnya oleh LPPM terhadap Rifaldy.
Pihak LPPM UMB juga menyampaikan jika telah melakukan komunikasi secara langsung melalui telepon seluler dengan Rifaldy. Dalam pembicaraan tersebut, yang bersangkutan berjanji akan datang langsung ke Bulukumba untuk melakukan klarifikasi resmi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Melalui akun media sosial resminya UMB menyampaikan jika Rifaldy tidak mendatangi UMB maka pihak LPPM UMB tidak akan ragu untuk segera mengambil langkah hukum dan melaporkan kasus pemalsuar serta pencemaran nema baik ini ke pihak kepolisian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
