15 - 17 Juli 2026, Momen Umat Muslim Cek Arah Kiblat

15 - 17 Juli 2026, Momen Umat Muslim Cek Arah Kiblat

15 - 17 Juli 2026, Momen Umat Muslim Cek Arah Kiblat-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  - Fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah akan terjadi hari ini Rabu, 15 Juli 2026 hingga Jumat, 17 Juli 2026. Ketikan fenomena tersebut berlangsung, benda yang berdiri tegak dan erkena sinar Matahari akan menghasilkan bayangan yang mengarah tepat ke arah kiblat.

Seperti dikutip dari laman disway.id, fenomena Matahari berada tepat di atas Ka'bah ini bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya umat Muslim dalam mengoreksi arah kiblat sebagai acuan ibadah salat.


Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena tersebut hanya berlangsung untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah bagian barat.  Peristiwa ini terjadi sebanyak dua kali setiap tahunnya. Pada 2026, momen tersebut berlangsung pada 27-29 Mei sekitar pukul 16.18 WIB dan kembali terjadi pada 15-17 Juli sekitar pukul 16.27 WIB.

Nah, lantas bagaimana cara mengamati fenomena tersebut untuk menentukan arah kiblat? Berikut panduannya.
Cara Menentukan arah kiblat saat Fenomena Matahari di Atas Ka'bah

Untuk melakukan kalibrasi arah kiblat, masyarakat hanya perlu menyiapkan tongkat atau benda lurus yang dapat diposisikan tegak. Selain itu, siapkan kompas atau GPS sebagai alat bantu untuk pengecekan apabila diperlukan. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 

1.    Pastikan waktu pengamatan mengacu pada waktu resmi yang ditetapkan BMKG. Selanjutnya, siapkan tongkat, tiang, kusen pintu, kusen jendela, atau benda lain yang berdiri tegak lurus di atas permukaan tanah. 
2.    Pengamatan sebaiknya dilakukan mulai lima menit sebelum hingga lima menit setelah waktu puncak fenomena.
3.    Setelah itu, perhatikan arah bayangan yang dihasilkan sebagai acuan penentuan arah kiblat.

Masyarakat dapat memberi tanda pada garis bayangan untuk acuan meluruskan saf salat. 
BMKG mengimbau agar pengamatan dilakukan saat cuaca cerah dan pastikan tidak terhalang bayangan benda lain.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau umat Islam untuk memanfaatkan fenomena ini sebagai momen mengecek kembali akurasi arah kiblat

Dalam ilmu falak, peristiwa tersebut dikenal dengan istilah Rashdul Qiblat dan menjadi salah satu metode yang sederhana, praktis, serta memiliki tingkat ketelitian tinggi dalam memverifikasi arah kiblat.


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: