Badan Gizi Nasional Evaluasi 27 Ribu Mitra MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono merespon keluhan sejumlah mitra MBG terkait penutupan Satuan Pelayanan Program Gizi -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono merespons keluhan mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Seperti dikutip dari laman disway.id, ia memastikan kebijakan tersebut bukan bersifat permanen, melainkan untuk penataan ulang. “Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya. Jadi penghentian sementara, kita berikan waktu untuk menata kembali,” kata Trenggono, Minggu (19/7/2026).
Menurut Trenggono, BGN akan mengevaluasi sekitar 27 ribu mitra SPPG untuk memastikan semuanya memenuhi standar yang ditetapkan. Penataan juga akan dilakukan pada SPPG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). “Kita berikan waktu dong untuk menata kembali. Sejumlah 27 ribu sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali,” jelasnya.
Lebih lanjut Trenggono menegaskan, BGN terbuka untuk berkomunikasi dengan para mitra. Pihaknya akan menjadwalkan waktu khusus untuk dialog yang lebih baik. “Jadi sekali lagi, tolong mungkin para mitra juga paham, bukan berarti kita tidak mau berkomunikasi. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya, Asosiasi mitra Strategis Program MBG mengancam akan melakukan aksi mogok massal berupa “gembok dapur” secara nasional.
Ancaman itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi mitra Badan Gizi Nasional Indonesia, Syawaludin Aweng, seusai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/7/2026). Para mitra menilai kebijakan BGN sepihak dan tidak adil, meskipun mereka telah mengantongi Surat Keputusan (SK) resmi serta berinvestasi besar untuk fasilitas dapur.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk penanganan stunting dan perbaikan gizi anak sekolah. Penataan mitra diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
