BPBD Bengkulu Selatan Lakukan Simulasi Bencana

BPBD Bengkulu Selatan Lakukan Simulasi Bencana

Seorang petugas sedang melakukan penanganan terhadap korban bencana-Fahmi-

 

MANNA, RADARBENGKULUONLINE.COM  - Agar lebih paham dan mengerti serta bisa mempersiapkan diri apabila terjadi bencana di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan simulasi bencana serta melakukan beberapa contoh penanganan pada saat bencana.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan, Rendra WS,ST menjelaskan, pada dasarnya risiko bencana tidak dapat dihilangkan. Hanya dapat dikurangi dengan meningkatkan kapasitas. Oleh karena itu, kegiatan ini penting untuk dilakukan agar risiko bencana dapat dikurangi khususnya bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Dengan simuliasi tanggap bencana ini,kita berharap jangann panik saat menghadapi bencana yang terjadi. Dengan bekal yang sudah kita berikan masyarakat ataupun petugas mampu meminimalisir terjadi risiko yang lebih besar lagi saat menghadapi bencana,"papar Rendra di ruangannya Kamis (15/09).

BACA JUGA:Bawa Durian ke Rumah Artis, Mobil Berpendingin Bengkulu Selatan Ditarik KKP RI

Dengan pelatihan tersebut, dapat memberikan edukasi kepada seluruh penggiat bencana dan masyarakat agar lebih paham dan mengerti serta bisa mempersiapkan diri apabila terjadi bencana di wilayah Bengkuu Selatan. Adanya kegiatan pelatihan atau mitigasi bencana tersebut lantaran Bengkulu Selatan merupakan Kabupaten yang rawan bencana. 

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (64)

Sehingga dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penggulangan bencana dan mengurangi risiko bencana. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu terpaku dengan kehadiran petugas. Karena kalau mau menunggu petugas kemungkinan memakan waktu jarak tempuh.

 

"Semoga dengan simulasi ini,memberikan bekal masyarakat menghadapi bencana ketika nantinya terjadi bencana masyarakat mampu langsung bertindak untuk mengurangi resiko bencana,"pungkas Rendra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: