Tidak Pakai Lama, Usai Terima Laporan Masyarakat, Pohon Tua Langsung Ditebang BPBD Bengkulu Selatan

Tidak Pakai Lama, Usai Terima Laporan  Masyarakat, Pohon Tua Langsung Ditebang BPBD Bengkulu Selatan

Tim TRC BPBD Bengkulu Selatan menebang pohon yang sudah sangat membahayakan pengguna jalan-Fahmi/Dok BPBD Bengkulu Selatan-radarbengkulu

RADARBENGKULU -  BPBD Bengkulu Selatan pada  Rabu, 27 Maret 2024 mendapat laporan ada  sebuah pohon besar di Desa Serang Bulan, Kecamatan Pino Raya yang kondisinya  telah usang dan  membahayakan masyarakat yang lewat. Bahkan, telah memakan korban jiwa .

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Bengkulu Selatan Hen Yepi S.Pi   telah meminta seluruh jajarannya untuk mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dan langsung melakukan peninjauan ke lokasi  pohon tersebut.

BACA JUGA:26 Petani di Bengkulu Selatan Merasakan Manfaat Program Baby Tree dan Terima Insentif Rp 144 Juta

 

"Kita  mendapatkan laporan  keberadaan sebuah pohon di Desa Serang 2 kali kejadian ada pohon yang roboh yang mengakibatkan  korban jiwa (meninggal dunia) satu orang yang mana kejadian tersebut pohon  menimpa sebuah mobil yang lewat," papar Hen -- sapaan akrabnya-- saat ditemui RADARBENGKULU.DISWAY.ID diruang kerjanya Kamis, 28 Maret 2024.

Menanggapi hal itu, TRC BPBD Bengkulu Selatan menuju lokasi pohon. Setelah dilihat secara langsung dari lokasi, pohon yang berdiameter +-5 meter dan ketinggian mencapai +-30 meter yang berada di Desa Serang Bulan, memang sudah sangat meresahkan.

BACA JUGA:Wakil Bupati Bengkulu Selatan Buka TEPRA Triwulan I

 

TRC BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini sudah berhasil mengevakuasi pohon tumbang tersebut dengan menggunakan alat Chainsaw   atau gergaji besi. Kondisi terkini aman dan terkendali, aktivitas lalu lintas kendaraan R2 dan R4 kembali normal.

"Selain itu kita juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan agar selalu berhati-hati dan waspada melewati pohon-pohon besar untuk menghindari risiko yang terjadi," pungkas Hen. () 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radarbengkulu