Bantuan Langsung Tunai BBM Dinilai Belum Merata

Bantuan Langsung Tunai BBM Dinilai Belum Merata

Gemawasbi sedang melakukan aksi saat datang ke DPRD Provinsi Bengkulu-Iwan-

 

 Gemawasbi Datangi DPRD Provinsi Bengkulu

BENGKULU, RADARBENGKULUONLINE.COM - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM yang disalurkan pemerintah dinilai belum merata.

Dikatakan Ketua Gerakan Masyarakat Pengawas Birokrasi (Gemawasbi) Bengkulu, Jevie Sartika, beberapa masyarakat kurang mampu yang belum menerima BLT BBM juga ikut dalam aksi demo yang mereka laksanakan Senin (19/9) siang ini.

Itu baru segelintir orang yang berhak menerima, namun kenyataannya tidak menerima BLT BBM.

Bahkan dari laporan yang mereka terima, masih banyak masyarakat Provinsi Bengkulu yang harusnya berhak menerima, namun tidak tersentuh oleh bantuan yang menjadi kompensasi atas kenaikan harga BBM tersebut.

"Masih banyak masyarakat yang bekerja di pasar, buruh yang berhak menerima namun tidak menerima. Bahkan kabarnya ada oknum ASN yang dapat bantuan BLT BBM tersebut," ungkap Jevie usai audiensi dengan anggota DPRD Provinsi Bengkulu saat menggelar demo, Senin (19/9).

Maka dari itu pentingnya fungsi pengawasan baik kepada penyalur BLT BBM maupun kepada penerima perlu dilakukan oleh Pemda Provinsi Bengkulu dan juga Aparat Penegak Hukum (APH).

BACA JUGA:Jembatan Gantung Gembung Raya Putus

Agar yang benar-benar berhak menerima bisa mendapatkan bantuan tersebut dan tidak salah sasaran. "Programnya sudah bagus, kita dukung, tapi prakteknya di lapangan yang tidak sesuai," ujar Jevie.

Selain itu Jevie juga mengharapkan agar penerima subsidi BBM ini dapat diperluas jangkauannya. Terutama untuk orang-orang yang harusnya berhak menerima namun sampai saat ini justru tidak menikmati BLT BBM yang diprogramkan pemerintah.

"Kami juga minta tolong, kalau memang subsidi BBM ini bisa diperluas, maka bisa disalurkan untuk bidang pendidikan dan kesehatan yang menyentuh langsung ke masyarakat," kata Jevie pada RADAR BENGKULU.

Terpisah Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto menyatakan mendukung apa yang telah disampaikan oleh pihak LSM Gemawasbi Bengkulu, saat audiensi.

Termasuk juga penyampaian BLT BBM yang tidak tepat sasaran, seperti kepada oknum ASN yang disampaikan Gemawasbi Bengkulu.

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (67-Habis)

Menurut Suharto, apabila hal tersebut memang benar, maka sebenarnya dapat ditindak pidana atas dasar pemalsuan data.

"Saya sangat mendukung gerakan pengawas birokrasi ini, jika memang ada penyaluran yang tidak sesuai artinya ini harus menjadi bahan evaluasi pemerintah dan memang harus kita awasi secara bersama-sama," ungkap Suharto.

Sumber: