Penulis Tangguh, Inilah Lulusan Terbaik Non Akademik UIN FAS

Chindy Yulia Permatasari, alumni UIN FAS yang mendapat predikat sebagai lulusan terbaik non akademik di tahun 2022 kemarin-Miranti-
BENGKULU, RADARBENGKULUONLINE.COM - Chindy Yulia Permatasari merupakan alumni UIN FAS yang mendapat predikat sebagai lulusan terbaik non akademik di tahun 2022 kemarin.
Selain itu, ia juga banyak menghasilkan karya dalam bentuk tulisan.
Selama menjadi penulis, banyak sekali hambatan dan rintangan yang dirasakannya.
BACA JUGA:Pesona Cemoro Sewu Diwarnai Lomba Mewarnai Antar PAUD
Itu mulai dari insecure dengan karya sendiri, merasa tidak pantas dan ada beberapa kompetisi yang dia ikuti tidak mendapatkan juara.
Tapi, dengan dukungan dari diri sendiri, dia memilih untuk terus bertahan dengan menulis.
''Untuk inspirasinya, biasanya saya menulis dari kisah pribadi,'' ujar Chindy kepadaRADARBENGKULUONLINE.COM tadi siang.
BACA JUGA:Mantap, Raih Nilai A, MTs Jâ-alHaq Dikunjungi Tim PKKM Kemenag Kota
Ada beberapa kejadian yang dialami di dalam hidupnya dan juga ada dari pengalaman dan cerita teman dekat.
Tapi yang paling penting harus tetap banyak membaca buku untuk mencari sumber ide.
Chindy mulai suka menulis itu dari kelas 1 SD dan itu biasanya menulis puisi dan surat.
BACA JUGA:Ini Dia Alasan Sopir Truk Tolak Parkir di ASDP, Antrean Mengular Sampai Gerbang Tol
Tapi, untuk merealisasikan tulisannya itu sendiri, itu baru dimulai di tahun 2018.
Dan kalau ditanya kenapa memilih menulis, karena dia memang merupakan orang yang pendiam.
Jadi, biasanya mengekspresikan kekecewaan, marah sedih, dan kasih sayang itu melalui tulisan.
BACA JUGA:Irwan: Silahkan Lapor, Isu Suap Penerimaan PPS Mencuat
Sedangkan meja, itu merupakan salah satu media untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakan.
Untuk genrenya sendiri, paparnya, itu biasanya romance Islami.
Tapi semua tulisan udah pernah dicoba, baik itu fiksi maupun nonfiksi.
BACA JUGA:Bukan Hubungan Seks, Waspadai Penularan HIV Tanpa Disadari
Karena, dia suka menentang diri sendiri dan berusaha untuk keluar dari zona nyaman.
''Walaupun kita penulis, tapi sebagai mahasiswa kita juga harus bisa menjadi penulis non fiksi.''
Harapannya, karena selama ini karyanya masih antologi, semoga di kemudian hari bisa menyelesaikan karya solo.
BACA JUGA:Kisah Inspiratif Pejuang Garis Dua, Ayo Tetap Semangat dan Berdoa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: