Aneh, Oknum Wali Murid Ketapel Mata Guru di Rejang Lebong Belum Juga Ditangkap

Aneh, Oknum Wali Murid Ketapel Mata Guru di Rejang Lebong Belum Juga Ditangkap

Zaharman korban ketapel oknum wali murid di rejang lebong terbaring dalam perawatan dokter-ist-radarbengkulu,disway.id

RADARBENGKULU, DISWAY.ID  - Dunia Pendidikan Tercoreng oleh peristiwa oknum wali murid yang ketapel mata guru hingga pecah dan menyebabkan kebutaan berbuntut panjang. Apalagi kasus  yang menimpa Zaharman, seorang guru SMA di Kabupaten Rejang Lebong telah menjadi perhatian masyarakat luas.




Semua pihak  mengecam tindakan yang dilakukan oleh wali murid tersebut. Bahkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun menyesalkan kejadian menimpa Zaharman yang mengakibatkan matanya buta karena diketapel itu.

BACA JUGA:Baru, Jaya Badminton Hadir di Kota Bengkulu, akan Diresmikan Wawali Dedy Wahyudi




"Saya terus terang saja sangat prihatin, dan sangat menyesalkan kejadian itu. Saya mengikuti langsung, kemarin saya minta Kepala PGRI dan Kepala Diknas, bersama MKKS sudah mengunjungi langsung guru di SMA Rejang Lebong yang mendapatkan kekerasan dari orang tua murid, ini sangat disesalkan," Kata Rohidin.




Rohidin mengatakan Guru yang seharusnya mendapatkan perlindungan oleh wali murid karena sebagai pendidik bagi anak-anak, akan tetapi malah dicederai oleh wali murid itu sendiri. Atas tindakan tercela yang dilakukan oleh oknum wali murid itu Rohidin meminta kepada Aparatur Penegak Hukum (APH) untuk segera menangkap  terduga pelaku penganiayaan yang dialami Zaharman.

BACA JUGA:Bebas Hambatan, Pembangunan Ulu Seluma Diusulkan Rp 60 Miliar



"Saya minta kepada para penegak hukum, agar pelaku segera ditangkap dan ditindak dengan keras sesuai dengan hukum yang berlaku. Ini kita jadikan pelajaran agar kedepannya jangan terjadi kembali hal serupa," ujar Gubernur.




Untuk diketahui kronologi kejadian yang dialami Zaharman sebagai Guru Olahraga salah satu SMA di Kabupaten Rejang Lebong ini, berawal pada Selasa 01 Agustus 2023.  Pagi itu, proses belajar mengajar dimulai, sebelum memulai proses belajar mengajar, Zaharman  mendapati siswa merokok dalam lingkungan sekolah. Kemudian Zaharman menegur dan menasihati siswa berinisial PD  Kelas:XI³.

BACA JUGA:Ini Formasi CPNS dan PPPK Pemprov Bengkulu Berdasarkan Analisa Kebutuhan Pegawai




Kemudian Zaharman memulai kegiatan belajar mengajar olahraga di lapangan seperti biasanya. Ternyata siswa yang bersangkutan tidak terima atas teguran dari  Zaharman, sehingga siswa tersebut mengadu pada orang tua nya.




Singkatnya sekira pukul 09:30 WIB, datanglah orang tua dari siswa berinisial PD yang berinisial AJ. Ketika AJ masuk gerbang sekolah disambut oleh satpam sekolah dan ditanya keperluan kedatangan beliau ke sekolah. Namun AJ  bergegas menuju lapangan. Di lapangan, Zaharman mengajar olahraga. Dalam waktu singkat Zaharman langsung di ketapel menggunakan peluru batu kerikil, sehingga mengenai Mata bagian kanan, hingga bola mata pecah berlumuran darah dan pelaku melarikan diri.

BACA JUGA:Ancaman Longsor Besar Berpotensi Terjadi di Proyek Hululais, PGE Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana




Setelah kejadian tersebut  pihak sekolah segera membawa zaharman menuju rumah sakit ar.bunda lubuk Linggau untuk mendapatkan tindakan medis yang lebih intensif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: