Musibah, Muhasabah, dan Mahabbah kepada Allah

Musibah, Muhasabah, dan Mahabbah kepada Allah

Dr. H.M. Nasron, HK, M.Pd.I -Adam-radarbengkulu.disway.id

 

Khatib : Dr. H.M. Nasron, HK, M.Pd.I (Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu)

Dari : Masjid Besar Jami’ Babussalam, Jalan P.Natadirja KM.8 Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu

 

Jemaah Jumat Rahimakumullah,

RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Alhamdulillah bersyukur atas semua Nikmat, bersabar atas musibah dan bertafakkur atas semua peringatan yang Allah berikan. Serta bershalawat dan salam kehadirat junjungan Nabi Muhammad SAW.  

Hadirin, tak ada manusia yang tak membutuhkan rasa aman. Namun dalam realitas kehidupan, kesulitan, musibah, atau kondisi tak aman mustahil dihindari. Manusia memang hidup dalam serba-dua kemungkinan: siang dan malam, sehat dan sakit, hidup dan mati, aman dan tak aman, dan seterusnya.

BACA JUGA: Inilah Berkah Kesalehan untuk Orang-Orang Beriman

 

Allah berfirman yang artinya: ''dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS Adz-Dzariat[51]: 49).

Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan, ayat tersebut bermakna bahwa pencipta segala yang berpasangan adalah satu, yakni Allah, maka sembahlah Allah (Syekh Jalaluddin, menjelaskan yang artinya di balik keberpasangan setiap kondisi tersebut ada Dzat Tunggal yang perlu disadari. Allah subhanahu wata’ala adalah satu-satunya tempat bergantung, kembali, dan berserah diri.

BACA JUGA:Menjadi Orang Islam Yang Sejati

 

Di Negara kita tak henti-hentinya mengalami berbagai musibah. Mulai dari angin besar, banjir, tanah longsor, kecelakaan, dan lainnya. Yang perlu disikapi dari musibah ini adalah mengembalikan semuanya kepada Yang Maha Memiliki, Allah subahanhu wata’ala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: https://radarbengkulu.disway.id