Disiapkan 2024, Damkar Mukomuko Belum Miliki Petugas Ahli Penanganan Hewan Berbahaya

Disiapkan 2024, Damkar Mukomuko Belum Miliki Petugas Ahli Penanganan Hewan Berbahaya

Kadis Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE., M.Si-Seno-radarbengkulu

 

RADARBENGKULU - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan PenyelamatanPemkab Mukomuko  bukan hanya melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran. 

Tugas lain, dinas tersebut juga membantu warga menangani hewan berbahaya yang mengganggu. Seperti ular masuk rumah, tawon. Termasuk juga kera maupun ajing gila. Hal ini disampaikan Kadis Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE., M.Si, Selasa (24/10).

 BACA JUGA:Dana Pilkada Mukomuko Masih Tarik Ulur

 

Saat ini, lanjutnya,  di-OPD-nya belum ada personel yang ahli menangani gangguan hewan berbahaya di lingkungan warga. Pihaknya kedepan berupaya, ada petugas yang ahli menangani hewan yang mengganggu warga. 

Bukan saja menyiapkan sumber daya manusia (SDM) peralatan pendukung untuk menjalankan tugas tersebut juga belum tersedia.

BACA JUGA:Prabowo-Gibran Menggema di Kabupaten Mukomuko, DPC Gerindra Siap Berjuang Menangkan Pilpres 2024 

 

"Maklum saja, kita OPD baru. Di 2024 kita usulkan, baik itu nanti pelatihan petugas ahli menangani hewan berbahaya, maupun peralatan," ujarnya. 

Pihaknya menargetkan, pada tahun 2024 mendatang ada 3 orang petugas yang ahli menangani, ular, tawon, dan hewan berbahaya lain. Selama ini, personel Damkar belum bisa membantu banyak jika ada laporan dari warga mengenai hewan berbahaya yang mengganggu. 

BACA JUGA:Masih Minus, Dinkes Mukomuko Dorong Rekanan Percepat Pembangunan RS Pratama Ipuh

 

"Kalau sudah ada petugas dan peralatan memadai, warga bisa melapor ke dinas, dan petugas bisa cepat melakukan penanganan. Kalau sekarang, tindakan kita terbatas. Kalau petugas tidak ahli, malah bisa membahayakan. Makanya kita perlu ada petugas yang ahli," bebernya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radarbengkulu