Kewalahan Tertibkan Ternak, Satpol PP Bengkulu Selatan Usulkan Beli Senjata Bius Sapi

hewan ternak jenis sapi yang dibiarkan liar oleh pemiliknya yang mengganggu arus lalu lintas-Fahmi-radarbengkulu
RADARBENGKULU - Keberadaan hewan ternak di Bengkulu Selatan saat ini sudah sangat meresahkan. Apalagi pada saat hewan ternak itu terkadang melintas ditengah jalan raya. Hal itu tentu berdampak cukup besar yang bisa menyebabkan kecelakaan bagi pengendara.
Bahkan yang lebih parah lagi, hewan ternak itu berkeliaran ditengah ibukota, hingga masuk ke Kantor Satpol-PP.
BACA JUGA: Bupati Bengkulu Selatan Live Facebook di Ruang Kerjanya
Kasat Pol PP Bengkulu Selatan Erwin Muchsin S.Sos mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk membeli senjata yang berfungsi untuk membius hewan ternak yang berkeliaran. Ia berharap agar usulan yang disampaikan bisa diakomodir.
Dengan diakomodirnya usulan tersebut, maka akan mempermudah pihaknya menertibkan hewan ternak yang selama ini masih dibiarkan pemiliknya berkeliaran.
BACA JUGA: Pemda Bengkulu Selatan Terima PPPK untuk Seluruh OPD, Termasuk untuk Kecamatan dan Kelurahan
"Usulan tersebut memang sangat penting. Untuk itu kami meminta kepada Pimpinan Daerah Bengkulu Selatan segera merealisasikan anggaran untuk membeli senjata bius yang sejak lama kami butuhkan untuk mengamankan hewan ternak liar," papar Erwin diruangannya Selasa, 16 April 2024.
Usulan tersebut disampaikan, lanjutnya, karena pengamanan hewan ternak cukup sulit dan anggota Satpol PP harus bekejaran dan takutnya membahayakan pihak lain. Mengingat, banyak ternak liar yang didapati bebas masuk dan buang kotoran di tengah Kota Manna. Bahkan di lingkungan perkantoran.
BACA JUGA:Ini Dia Aset Pemda Bengkulu Selatan yang Bakal Direvitalisasi
Nantinya, paparnya, senjata bius ini akan digunakan untuk menangani ternak yang sengaja diliarkan oleh pemilik. Kalau ada senjata bius, maka seluruh anggota Satpol PP akan lebih mudah menangkap ternak liar.
Apalagi kotoran ternak yang berhamburan di tengah jalan hingga merusak pemandangan. Bahkan, baunya juga tidak enak. Imbauan ataupun selebaran terus disampaikan ke masyarakat, akan tetapi pemilik tetap bandel dan tidak ingin mengandangkan ternaknya. Bukan satu atau dua kali diingatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: radarbengkulu