Ramadhan Merupakan Perjalanan Spiritual
Ramadhan Merupakan Perjalanan Spiritual-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang dibagi menjadi tiga fase penting. Fase pertama, yakni 10 hari pertama, sering disebut sebagai fase Rahmat (kasih sayang Allah).
Berikut adalah ulasan mengenai keistimewaan hari-hari pembuka tersebut:
1. Fase Curahan Rahmat Allah
BACA JUGA:Blewah: Lebih dari Sekadar Penghuni Es Buah
Sepuluh hari pertama Ramadhan dianggap sebagai masa transisi yang krusial. Pada fase ini, pintu-pintu rahmat dibuka seluas-luasnya bagi hamba yang ikhlas menjalankan ibadah.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang populer (meskipun sebagian ulama mendiskusikan sanadnya, maknanya banyak diamini sebagai motivasi ibadah), Rasulullah SAW bersabda bahwa bulan Ramadhan itu:
"Sepuluh hari pertamanya adalah rahmat, sepuluh hari pertengahannya adalah ampunan (maghfirah), dan sepuluh hari terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka." (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah).
2. Masa Adaptasi dan Penguatan Iman
Secara psikologis dan fisik, 10 hari pertama adalah masa tersulit karena tubuh melakukan penyesuaian terhadap pola makan dan tidur. Keistimewaannya terletak pada kesabaran umat Muslim dalam melewati ujian fisik ini. Menjaga kualitas ibadah di fase awal ini menjadi fondasi agar seseorang tetap istiqomah hingga akhir bulan.
3. Pintu Doa yang Tak Tertolak
Di fase ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Menghidupkan malam dengan shalat Tarawih dan mengisi siang dengan tadabbur Al-Qur'an di awal Ramadhan adalah cara terbaik menjemput kasih sayang-Nya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
