Ini Ciri-Ciri Travel Umrah yang Bagus dan Amanah
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajak masyarakat untuk semakin cermat dalam memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di tengah pesatnya perkembangan industri umrah-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Konsumen diminta selektif dan cermat dalam memilih travel umrah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajak masyarakat untuk semakin cermat dalam memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di tengah pesatnya perkembangan industri umrah.
Seperti dikutip dari laman disway.id, pesan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Talk Show bertema "Membaca Masa Depan Industri Umrah Indonesia di Tengah Berbagai Gejolak dan Perubahan" pada ajang International Islamic Expo 2026 di Hall A JICC, Senayan, Jakarta.
BACA JUGA:Ini Pesan Yevri Sudianto pada Peringatan Harganas ke 33 Tahun
Sebagai mewakili Kemenhaj, Kasubdit Pengembangan Umrah Kemenhaj Edayanti Dasril menegaskan bahwa perlindungan jamaah harus menjadi prioritas utama dalam membangun industri umrah yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Edayanti mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh promosi maupun popularitas di media sosial ketika memilih travel umrah.
Lebih lanjut dikatakan, calon jamaah perlu memastikan legalitas dan kualitas penyelenggara melalui aplikasi resmi SatuHaji yang disediakan pemerintah.
"Bapak Ibu harus aware. Jangan tergoda dengan rating di internet dan selebgram yang tidak punya ikatan. Travel yang bagus bisa dilihat di aplikasi SatuHaji, mulai dari tahun berdiri, perizinan, hingga akreditasinya. Pastikan PPIU-nya berizin dan terakreditasi," tegas Edayanti.
Dalam diskusi ini juga mengangkat berbagai tantangan yang tengah dihadapi industri umrah. Moderator H. Tri Winarto menyoroti maraknya penawaran paket umrah dengan harga tidak wajar yang berpotensi merugikan calon jamaah. Selain itu, menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara umrah akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab menjadi persoalan yang perlu diselesaikan bersama oleh pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha.
Kemudian, Edayanti menegaskan, pemerintah akan terus hadir sebagai mitra bagi jamaah maupun penyelenggara perjalanan ibadah dalam mewujudkan layanan yang semakin berkualitas. "Kami mengutamakan Trisukses Haji. Pemerintah tidak akan pernah meninggalkan jemaah umrah dan haji, maupun kawan-kawan penyelenggara. Karena one spirit, one goal," ujarnya.
Forum tersebut turut menghadirkan para pemangku kepentingan industri umrah dari berbagai asosiasi. Di antaranya Fatma Kartika Sari (Wakil Ketua Umum Umrah HIMPUH), Retno Anugrah Andriyani (Sekretaris Jenderal ASPHIRASI), Rizky Sembada (Ketua Umum ASTAGATRA RI), serta Nuralim (Ketua Umum Atthari). Diskusi dipandu oleh Tri Winarto dari Forum Sekjen Lintas Asosiasi Haji Umrah Indonesia.
Melalui forum ini, Kemenhaj bersama para pemangku kepentingan membahas berbagai strategi untuk memperkuat tata kelola industri umrah agar semakin adaptif terhadap perubahan, kompetitif, serta memberikan perlindungan yang optimal bagi jamaah. Keikutsertaan Kemenhaj dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem penyelenggaraan umrah yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
