Sore Ini Rupiah Kembali Tembus Rp 18.000 per Dolar AS
Sore ini, nilai tukar Rupiah ditutup melemah terhadap Dolar AS yakni Rp18.002. -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - - Sore ini, nilai tukar Rupiah ditutup melemah terhadap Dolar AS yakni Rp 18.002. Nilai tukar Rupiah di pasar spot sudah tertekan sejak pagi di awal perdagangan hari ini. Senin 5 Juli 2026, Rupiah spot dibuka di level Rp 17.997 per dolar Amerika Serikat (AS).
Seperti dikutip dari laman disway.id, berdasarkan data Bloomberg pada pukul 9.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar Rupiah hari ini dibuka melemah 32 poin (0,18%) ke level Rp 17.995 per Dolar AS. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.10 WIB mematok harga beli Dolar AS sebesar Rp 17.990 dan harga jual sebesar Rp 18.010 di e-rate.
BACA JUGA: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Harus Berpijak pada Kepastian Hukum dan Perlindungan HAM
Kemudian dalam TT counter, BCA menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp 17.795 dan harga jual Rp 18.070. Selanjutnya berdasarkan bank notes, harga beli dan harga jual dolar AS masing-masing ditetapkan sebesar Rp 17.795 dan Rp 18.070. Sore ini pukul 17.00, di BCA, mencatat harga beli di Rp17.930 sedangkan harga jual Rp18.020 di e-rate.
Dikutip dari laman resmi Universitas Islam Riau, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR) Dr. Dafrizal, M.Soc. Sc., berpendapat media memiliki peran besar dalam membentuk pemahaman publik terhadap isu ekonomi, termasuk ketika memberitakan pelemahan rupiah.
“Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara publik melihat realitas. Ketika media lebih menonjolkan sisi ancaman dan ketidakpastian, masyarakat cenderung memandang situasi secara pesimis. Sebaliknya, ketika media lebih banyak menampilkan solusi dan langkah penanganan, persepsi publik juga akan lebih optimistis,” jelasnya.
Kemudian ia mencontohkan dua judul berita yang membahas isu serupa namun menghasilkan persepsi berbeda.
Judul seperti ‘Rupiah Terus Anjlok, Krisis Ekonomi 1998 Bisa Terulang di Indonesia’ akan memunculkan kecemasan dan kekhawatiran publik.
Sedangkan judul ‘Pemerintah Siapkan Langkah Stabilisasi Rupiah untuk Mencegah Krisis Ekonomi’ cenderung membangun rasa tenang dan optimisme.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
