Akhirnya permintan Fatmawati ini dikabulkan ibunya. Dibuatnyalah kacang bawang secukupnya. Lalu dibungkus dengan kertas minyak.Malam harinya dia berangkat membawa kacang bawang dalam kaleng biskuit.
BACA JUGA:Inilah Kisahnya Fatmawati dan Bung Karno di Bengkulu (7) - Pindah Rumah Kontrakan ke Peramuan
Dalam perjalanan dia bingung. Bagaimana cara masuknya. Ia tidak punya uang. Akhirnya dapat akal. Ia harus masuk dari bawah tenda dan terus mengambil tempat. Kemudian ia jajakan dagangan itu sebelum pertunjukan dimulai.
Ia mendapat uang dari hasil jualan itu dan diserahkan kepada ibunya. Ibunya pun senang dan kemudian membuatkan makanan itu untuk dijual dilain harinya. Kadang-kadang, adik ibunya juga datang membantu ibunya dengan memberi uang untuk kebutuhan hidupnya.
Pada waktu berusia 7 tahun, Fatmawati kena kudis. Kakinya itu penuh dengan kudis akibat gigitan nyamuk.Diam-diam dia pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan penyakit yang menyerang kulit kakinya itu.
Di luar dugaan, dia disuruh opname di rumah sakit. Pakaiannya disuruh ganti oleh juru rawat dengan celana kemmbor (celana monyet).
BACA JUGA:Ini Dia Cara Aman Makan Daging Kambing Bagi Penderita Kolestrol
Ia ditempatkan di ruangan tersendiri. Karena, ruangan lain penuh dengan pasien. Kakinya disemir dengan zalf hitam berbau belerang.
Ibunya di rumah kalang kabut kian kemari mencarinya. Akhirnya ibunya tahu bahwa Fatmawati berada di rumah sakit. Esok harinya, ibunya serta familinya menjeguk.
BACA JUGA:Rumah Tuhan Katanya
Setelah sembuh, ia diizinkan pulang dan dijemput oleh ibunya dan famili. Saudara-saudara ibunya dan familinya geleng-geleng kepala karena heran.
’’Tema (Fatma) tu anak yang pemberani nian. Seorang ajo nyo pai ke rumah sakit. Idaknyo takut-takut jo dokter.’’ (Fatma sungguh anak yang pemberani. Dia tidak takut pada dokter-red). Setelah sembuh itu, dia pun kembali masuk sekolah. (bersambung)