Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (57)

Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (57)

Jalan Kalimantan (Jalan Merpati-red) yang terlihat dalam foto ini dahulu merupakan rawa. Kini sudah padat dan jadi jalan lintas ke Padang.-Azmaliar Zaros-

 

57. Kelurahan Rawa Makmur

 

BENGKULU, RADARBENGKULUONLINE.COM -  Kota Bengkulu adalah salah satu kolonial Inggris yang telah membuat Benteng Fort Marlborough. Kota   ini memiliki Muara Dua dan  Bumi Ayu. Tak hanya itu, daerah ini juga memiliki Panorama indah. Terutama bila kita melihat di Tanjung Ajung, Tanjung Jaya. Di daerah ini kita dapat melihat Semarang, Surabaya, Kampung Bali, Malabro, Sidomulyo, Padang Serai, Padang Jati, Betungan dengan leluasa.

Yang cukup menarik dilihat disini adalah Dusun Besar dengan Sawah Lebar  dan Sawah Lebar Baru yang sedang di Bajak petani. Sekarang daerah ini dipelihara dengan baik dan di Kandang dengan Kandang Limun, serta diberi Pagar Dewa. Kalau tidak demikian, Rawa Makmur, Rawa Makmur Permai, Pematang Gubernur bisa rusak Jitra yang bersejarah itu. Karena, di sana ada Jalan Gedang, Pondok Besi,  Pintu Batu, Tanah Patah yang memiliki Sumur Meleleh terus menerus.

Di Pondok Besi ini ada Padang Harapan yang di Tengah Padang-nya selalu Sukarami. Di sana penuh dengan Kebun  Roos, Kebun Keling, Kebun Geran, Kebun Dahri, Kebun Kenanga yang ramai dikunjungi wanita. Kebetulan, daerah ini berdekatan dengan Pasar Bengkulu, Pasar Baru, Pasar Melintang, Pintu Batu, Pekan Sabtu yang Sukamerindu-kan PengantunganPenurunan yang sekarang masih ada Berkas-nya.  

Rangkaian kalimat yang mengiringi kata bergaris  tebal atau hitam itu   merupakan pengantar dari sebagian nama dari 67 kelurahan di Kota Bengkulu yang unik. Kenapa nama kelurahan itu unik, wartawan RADARBENGKULU.ONLINE.COM, Azmaliar Zaros menurunkan laporannya secara bersambung setiap hari. Selamat membaca laporan SPEKTAKULER yang hanya satu-satunya ada di Indonesia dan mungkin juga di dunia.

Redaksi juga menerima masukan, kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Pembaca juga bisa berpartisipasi menyumbang tulisan soal nama-nama unik tentang nama daerah, objek wisata dan lain-lain. Kritik, saran, tulisan dikirim ke email : [email protected] Atau telepon/WA ke HP 0812 7930 6998. (*)

 

 Daerah Rawa Diharapkan Bisa Makmur Warganya

 

RAWA MAKMUR juga termasuk nama yang unik. Nama yang ditetapkan sebagai nama kelurahan di Kota Bengkulu itu masuk dalam wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu. Bagaimana ceritanya sampai disebut Rawa Makmur, baca terus tulisan eksklusif wartawan RADARBENGKULU.ONLINE.COM berikut ini.

 

AZMALIAR ZAROS, Kota Bengkulu

 

Rawa Makmur ini dahulu, kata mantan Lurah Rawa Makmur, Ahmad Suhaimi S.Ag, termasuk daerah rawa. Hampir 90 persen tanahnya itu terdiri dari tanah rawa. Sehingga daerah ini sepi. Penduduknya juga tidak banyak. Daerah ini juga dahulunya bernama Dusun Baru, desa Tanjung Agung, Kecamatan Talang Empat Bengkulu Utara.

Tahun 1987, daerah ini masuk wilayah Kota Bengkulu. Karena masuk wilayah Kota Bengkulu, maka daerah ini diberi nama. Yaitu Rawa Makmur. Pemberian nama itu adalah hasil rembukan dari para kepala Desa se Kecamatan Talang Empat.

Dalam rapat yang penuh dengan kekeluargaan itu, diusulkanlah nama Dusun Baru ini dengan nama desa Rawa Makmur. Sebab, daerah ini memang rawa asalnya.

‘’Kami mengusulkan nama daerah ini dengan Rawa Makmur terinspirasi dengan nama daerah Rawa Mangun di Jakarta. Karena daerah Rawa Makmur ini sama-sama rawa dengan daerah Rawa Mangun di Jakarta itu, maka kami mengusulkan Rawa Makmur. Artinya, daerah rawa ini nantinya bisa makmur,’’ jelas bapak yang tingal di Gang Alfida Merpati 4  RT 2 RW 2 Rawa Makmur.

Apa yang kami usulkan itu, kata guru MAN 1 Bengkulu yang lahir di Bengkulu tahun 1951 itu, tidak salah. Sebab, daerah ini sekarang sudah bisa dikatakan makmur. Karena rawa yang banyak dahulu sudah jadi pemukiman penduduk.

BACA JUGA:Dilantik Bupati, Yandaryat Kokoh di Kursi Sekda, Epin Kadis Dukcapil

Daerah ini mulai maju dan berkembang, paparnya, setelah dibangun jalan dan jembatan Kampung Kelawi. Sehingga arus transportasi ke Kota Bengkulu semakin lancar. Warga-warga juga terpancing untuk tinggal di daerah ini. Kades pertamanya waktu itu Jamali Khatab dan masa pemeritahan Sulaiman Effendi.

Tokoh masyarakat Rawa Makmur, H.Tarmizi Ishak yang tinggal di Jalan Merpati 5 (Kini berubah Jalan Kalimantan-red) RT 7 Rawa Makmur juga mengatakan bahwa daerah ini awalnya merupakan rawa. Jalan masuk ke daerah ini lewat jembatan Pasar Bengkulu. Daerahnya sepi karena tidak banyak penduduk yang mau tinggal di sini. Daerah ini jadi padangan kerbau.

Waktu itu hanya ada 10 buah rumah. Termasuk rumah Tarmizi. ‘’Saya tinggal di daerah Rawa Makmur ini tahun 1982,’’jelas pensiunan PNS Talang Empat Bengkulu  Utara tahun 1993 yang lahir di Tanjung Agung Bengkulu tahun 1938.

Tahun 1972, lanjutnya, dibangunlah jalan Raya Rawa Makmur dan Jembatan Kampung Kelawi. Sejak dibangun Jembatan Kampung Kelawi itulah  arus transportasi ke Kota Bengkulu semakin lancar. Warga pun mulai banyak tinggal di daerah ini. Rawa- rawa pun mulai dibangun untuk pemukiman penduduk.

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (56)

Daerah ini dinamakan Rawa Makmur karena daerah ini adalah daerah rawa yang diharapkan bisa memberikan kemakmuran kepada warganya. Pemberian nama itu dilakukan waktu masuk wilayah Kota Bengkulu. Karena sebelumnya adalah bagian dari desa Tanjung Agung Bengkulu Utara. Pemberian nama itu hasil rembukan para kepala desa waktu pemekaran jadi kelurahan di Kantor Camat Talang Empat.


Inilah Kantor Lurah Rawa Makmur, Kota Bengkulu-Azmaliar Zaros-

Kelurahan Rawa Makmur ini luasnya 150 hektare. Letak daerah ini,  sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Rawa Makmur Permai. Sebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Bengkulu. Sebelah barat berbatasan dengan Sungai Bengkulu dan sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Pematang Gubernur dan Kelurahan Bentiring.

Mata pencarian warga juga beraneka ragam. Ada PNS, pedagang, petani, nelayan, pengumpul batu bara, perajin rumah tangga.Penduduknya juga berasal dari berbagai suku. Ada Lembak, Serawai, Rejang, Minang, Palembang, Medan, Jawa.

Fasilitas yang ada di daerah ini antara lain TK, SD,Puskesmas Pembantu, Kantor Lurah, mesjid.

D aerah Rawa Makmur ini menjadi kelurahan pada tahun 2002. Saat itu, dia ditunjuk Thaufan menjadi staf di Kelurahan Rawa Makmur ini. Dia tidak sendiri. Dia didampingi Harjadinata dan Nini S. Tahun 2006 kelurahan Rawa Makmur ini dimekarkan jadi dua  kelurahan. Yaitu Kelurahan Rawa Makmur dan Kelurahan Rawa Makmur Permai.(*)

 

Sumber: