142 Desa di Bengkulu Selatan Diminta Mendata Anak Putus Sekolah

142 Desa di Bengkulu Selatan Diminta  Mendata Anak Putus Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan Novianto,M.Si-FAHMI-

 

 

MANNA, RADARBENGKULUONLINE.COM  - Untuk memberikan kesetaraan jenjang pendidikan, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) meminta kepada 142 Desa untuk mendata anak yang putus sekolah. Terutama, itu  dengan usia yang masih produktif untuk mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan (paket) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) maupun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kepala Dikbud Bengkulu Selatan, Novianto.M.Si menyampaikan, dengan keterbatasan  ekonomi dan kendala lainnya, anak yang putus sekolah bisa memiliki ijazah yang setara dengan sekolah reguler. Sehingga tidak ada lagi anak - anak di Bengkulu Selatan yang tidak mengecap pendidikan mulai dari SD,SMP dan SMA.

"Dengan hanya menggunakan ijazah paketpun kita yakin anak - anak yang putus sekolah bisa berhasil dan sukses dalam menjalani kehidupan. Untuk itu, kalaupun ada anak yang ada di desanya yang ingin mengikuti pendidikan paket tahun akademik 2023/2024, silakan daftarkan dan kirimkan datanya,"ungkap Novianto diruangannya Rabu (04/01).

BACA JUGA:Waduh, Warga Ini Buang Sampah di Sempadan Sungai Selagan, Pemerintah Harus Bertindak

Dengan mengikuti program paket,pihaknya juga berharap tidak ada lagi yang tidak mengecap pendidikan. Apalagi sebagai warga negara Indonesia semuanya mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang bagus dan layak untuk masa depannya yang nantinya bisa mengikuti kejar paket di lembaga PKBM maupun SKB yang dilaksanakan setahun sekali.

Untuk mengikuti program paket ini, dalam proses pembelajaran semuanya gratis. Karena pihaknya sudah mendapatkan subsisdi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.Mulai dari paket A,B,dan C masyarakat bebas untuk memilih.

BACA JUGA:Tidak Pakai Lama Ya, Mixue Ice Cream & Tea Akan Hadir di Bengkulu, Murah Kok Untuk Kamu

"Dengan harapan,tidak ada lagi anak - anak bangsa sebagai generasi penerus tidak mendapatkan pendidikan. Sehingga kita mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) yang mampu bersaing,"pungkas Novianto.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: