Cerita Bujang Bekurung (Karya Siti Mutmainah)

Cerita Bujang Bekurung (Karya Siti Mutmainah)

Siti Mutmainah penulis cerita Bujang Bekurung-Ist-

Sesampainya di istana Bujang Bekurung meletakan botol kaca itu kedalam gulungan gulungan tikar.

Sementara itu Putri yang sudah cukup lama bersembunyi didalam botol kaca yang ditemukan Bujang Bekurng di hutan, dia mulai merasa bosan dan jenuh disana. sampai pada suatu hari saat Bujang Bekurung bersama Raja dan Permaisuri juga adik adiknya pergi keladang ia memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya.

Setelah keluar dari botol kaca tersebut ia berjalan kehalaman kerajaan kecil tersebut, dia menyapu daun daun kecil yang berjatuhan dari pohon besar yang tumbuh disana. setelah menyapu ia mengambil beberapa lembar daun itu bersama sejumlah beras, lalu dia melempar daun dan beras itu kesungai yang terletak tidak jauh dari kerajaan. Tak butuh waktu lama ikan ikan yang berada di sungai tersebut melompat keluar air seolah mereka menyerakkan diri mereka tampa paksaan kepada sang Putri.

 

Ia kemudian memasak ikan tersebut, setelah semua makanan matang ia meletakan makanan itu di atas meja lalu ia kembali masuk kedalam botol kaca. Tak lama setelah Sang Putri masuk kedalam botol kaca Bujang Bekurung, adik adiknya, Raja dan Permaisuri kembali dari ladang membawa beberapa sayur yang akan mereka masak sore ini.

 

“Panau Jarang sebaiknya kau segera memasak makan malam matahari akan segera terbenam” perintah Bujang Bekurung.

Karena masih kelelahan Panau Jarang tidak mengindahkan perkataan sang kakak, dia hanya duduk sambil mengipas ngipasi wajahnya menggunakan tangannya. Karena mencium bau sedap dari arah dapur Hitam Manis pun berjalan menuju dapur, ia lalu membuka tudung saji yang ada diatas meja itu. Betapa kagetnya Hitam Manis saat melihat beragam jenis makanan sudah tersaji diatas meja. “untuk apa lagi masak kakak, makanan sudah banyak tersedia disini” ujar Hitam Manis setengah berteriak. setelah mendengar perkataan Hitam Manis itu Panau Jarang dan Bujang Bekurung langsung menghampirinya, “bagaimana mungkin, siapa yang sudah memasak?” ujar Panau Jarang keheran.

“siapapun yang memasaknya itu tidaklah penting, ayo kita makan sekarang, ini terlihat sangat lezat” Bujang Bekurung langsung duduk dan mengambil nasi dengan jumlah yang banyak.

“lebih baik kita tidak memakan itu, bagaimana kalau makanan itu sudah diberi racun”  larang Permaisuri saat melihat Bujang Bekurung yang sudah siap menyantap makanan itu.

“Jika aku akan mati setelah memakan ini maka aku akan mati dengan bahagia, ini sangat lezat” ujar Bujang Bekurung tidak mengindahkan perkataan Permaisuri dan melahap habis makanan itu. Keesokan harinya karena khawatir akhirnya Hitam Manis memutuskan untuk mengecek keadaan Bujang Bekurung “kakak apakah kamu baik baik saja, aku khawatir terjadi sesuatu denganmu setelah memakan makanan itu tadi malam” tanya Hitam

Manis sambil melihat lihat keadaan Bujang Bekurung yang berdiri tegap di hadapannya. “tentu saja aku baik baik saja, tubuhku terasa sangat segar pagi ini, kamu tidak perlu khawatir tentang keadaanku” ucap Bujang Bekurung sambil memegang pundak

Hitam Manis untuk menyakinkannya bahwa dia benar benar baik baik saja. Hari hari berikutnya Sang Putri terus melakuka hal yang sama bukan hanya satu atau dua kali, ia terus menerus melakukan itu selama 1 minggu sampai akhirnya keluarga kerajaan sudah mulai merasa sangat penasaran dengan orang dibalik makanan yang selalu tersaji dengan nikmat disore hari belakanan itu. Keluarga kerajaan hari itu tetap melakukan aktivitas seperti biasanya dipagi hari, mereka berangkat keladang seperti biasanya namun bedanya setelah matahari sudah tepat berada diatas kepala mereka memutuskan pulang keistana.

 

Sesampainya di Istana mereka terkejut setelah melihat seorang perempuan yang memiliki rambut panjangnya sudah mencapai lututnya, meskipun rambutnya sangat panjang namun rambut itu tetap terlihat rapi dan sangat indah. Tidak hanya tentang rambutnya yang mereka kagumi tapi juga kulit putih dari Sang Putri yang tidak memiliki noda sedikitpun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: https://radarbengkulu.disway.id