KHUTBAH IDUL FITRI: Membangun Persatuan Dengan Hidup Berjamaah

KHUTBAH IDUL FITRI: Membangun Persatuan Dengan Hidup Berjamaah

Prof. Dr. H. Hery Noer Aly, MA-Adam-radarbengkulu

Setiap individu hendaknya saling menyayangi saudaranya, tidak menyakitinya, dan tidak menzaliminya. Setiap individu hendaknya menyadari bahwa kezaliman terhadap saudaranya akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah SWT: apakah itu kezaliman terhadap hartanya ataukah terhadap kehormatannya. 

 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Bukhari dikemukakan:

Nabi Saw bertanya kepada para shahabat, “Tahukah kalian siapakah orang yang disebut bangkrut?” Para shahabat menjawab, “Ya Rasulullah, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang sudah tidak mempunyai dirham dan harta benda lagi.”

 

 Nabi Saw menjelaskan, “Orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang pada Hari Kiamat nanti datang dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakatnya. Namun, sementara itu, dia pun datang dengan membawa dosa akibat melecehkan kehormatan orang lain, menuduh orang lain, dan memakan harta orang lain.

Kemudian orang ini didudukkan untuk diambil pembalasan; diambillah kebaikan darinya untuk diberikan kepada orang yang dizalimi. Jika kebaikannya telah habis, maka diambillah keburukan dari orang yang dizalimi untuk dipikulkan kepada orang yang zalim; lalu yang zalim itu dilemparkan ke dalam neraka.”

 

Oleh sebab itu, mari kita saling memaafkan dengan tulus, tanpa gengsi, dan dengan berjabatan tangan yang hangat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah kesucian, memperoleh kemenangan, dan diterima segala amal ibadah kita.

 

من العائدين الفائزين والمقبولين . كل عام وأنتم بخير

 

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah

Akhirnya, mari kita berdoa untuk kita, orang tua kita, dan saudara-saudara kita.

بسم الله الرحمن الرحيم . الحمد لله رب العالمين . والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وأصحابه أجمعين .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: