Lebih dari 200 BUMN Sudah Ditutup , Akan Sisakan 250 Perusahaan

Lebih dari 200 BUMN Sudah Ditutup , Akan Sisakan 250 Perusahaan

Presiden Prabowo Subianto mengaku lebih dari 200 BUMN sudah ditutup dari total keseluruhan mencapai 1.077-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  - Presiden Prabowo Subianto mengaku lebih dari 200 BUMN ditutup dari total keseluruhan mencapai 1.077.

Seperti dikutip dari laman disway.id, menurut Prabowo, kedepannya pihaknya akan terus memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara hingga tersisa sebanyak 250 perusahaan.

BACA JUGA:AS dan Iran Saling Tuduh Pelanggaran Gencatan Senjata



"Dari 1.000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah. Ujungnya nanti 250," ujarnya di KSTI Kemendikti, Minggu, 28 Juni 2026.

"Bayangkan lebih dari 750 kita tutup. 750 Dirut, 750 Direksi kali 4 atau kali 5, 750. Komisaris kali 10," sambungnya.

Mantan  Menteri Pertahanan ini menyebut, jumlah BUMN yang terlalu banyak selama ini menyebabkan pembengkakan biaya operasional, mulai dari gaji direksi hingga komisaris.  "Padahal tidak sedikit perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan dan hanya membebani keuangan negara," jelas Prabowo.

"Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," tegasnya.

Dalam melakukan penataan BUMN, Prabowo menargetkan akan diselesaikan dalam waktu 2 tahun. "Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," imbuhnya 

Sebelumnya, sinyal bersih-bersih BUMN ini sudah menguat pasca rapat terbatas di Kertanegara antara Prabowo dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani pada Minggu, 21 Juni 2026. Dalam laporan tersebut, dari total 1.077 entitas BUMN yang ada, sebanyak 258 entitas terpangkas melalui proses konsolidasi.

Sedangkan target terdekat, pemerintah akan menyisir kembali untuk mengerucutkan pertahanan BUMN menjadi hanya sekitar 300 entitas saja. 

Sementara itu, dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Direktur Investasi PT PPA, Ridha Farid Lesmana, proses pembubaran BUMN baru rampung sepenuhnya pada 2029. Dia merinci sejumlah BUMN yang telah ditutup, berikut beberapa nama BUMN tersebut:

    PT Industri Sandang Nusantara (Persero)
    PT Kertas Kraft Aceh (Persero)
    PT Industri Gelas (Persero)
    PT Istaka Karya (Persero)
    PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)
    PT Kertas Leces (Persero)
    PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)
    PT PANN Multi Finance selaku anak usaha PT PANN

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: