Pamit Rajo Agung Tanda Dimulainya Festival Tabut Bengkulu 2022

Pamit Rajo Agung Tanda Dimulainya Festival Tabut Bengkulu 2022

Pamit Rajo Agung--

 

BENGKULU. RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Bertempat di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jumat malam (29/07) mewakili Gubernur Bengkulu, Sekda Hamka Sabri membuka secara resmi rangkaian Festival Tabut yang akan dilaksanakan selama 10 hari kedepan.

Diawali dengan Prosesi Pamit Rajo Agung (Berpamitan dengan Raja) kemudian dilanjutkan dengan ritual ambik tanah Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bencoolen, pada tengah malam sebelum tanggal 1 Muharram.

BACA JUGA:183 Kades Terpilih Dilantik Bupati Mian Ditengah Guyuran Hujan

Disampaikan Hamka Sabri, atas Pamit Rajo Agung yang dilakukan KKT Bencoolen, Pemprov Bengkulu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

BACA JUGA:GM Portal Kalahkan Sungai Lintang 2-0

"Kita memberikan apresiasi. Karena secara hirarkinya sebelum melakukan rangkaian ritual Tabut, mereka pamit dengan Rajo Agung (Gubernur Berngkulu). Kami menerima dengan baik. Kemudian memberikan izin untuk memulai rangkaian dengan mengambil tanah,“ ungkap Hamka Sabri. 

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (16)

Sementara itu Ketua KKT Bencoolen, Syiafril S menjelaskan,  selaku pelaksana inti rangkaian acara Festival Tabut Bengkulu Tahun 2022, pihaknya menyampaikan permintaan maaf jika banyak kekurangan dalam pelaksanaannya. Hal ini mengingat lantaran 2 tahun tidak melaksanakan kegiatan Festival Tabut secara terbuka akibat pandemi COVID-19, sehingga persiapan yang ada terbilang belum maksimal.

"Kami dari KKT Bencoolen minta maaf jika banyak kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini selama 10 hari kedepan," jelas Syiafril.

BACA JUGA:RT Dilarang Terbitkan Surat Keterangan Domisili

Setelah berpamitan dengan Rajo Agung, selanjutnya KKT Bencoolen menuju Gerga Tabut Imam yang ada di belakang Grage Hotel (Hotel Horizon-red)  Pantai Panjang untuk melakukan prosesi ambik tanah. Dalam kegiatan tersebut Ketua KKT, Syiafril  menegaskan bahwa tidak ada unsur syirik atau keramat dalam rangkain prosesi ritual Tabut ini.

"Jadi, tidak ada mantra diprosesi ini. Yang ada, adalah salam atau sholawat kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW dan memanjatkan doa kepada Allah SWT." 

Lebih lanjut Syiafril menjelaskan, prosesi mengambil tanah ini merupakan simbolisasi bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.

"Hal ini mengingatkan semua orang akan mengalami kematian. Tidak ada yang abadi. Dan kaitannya dengan Tabut, pada waktu Husein masih kanak-kanak, dipangku oleh Rasulullah. Lalu kemudian datanglah Malaikat Jibril membawa berita dari Allah SWT bahwa Husein ini nanti akan wafat di suatu tempat bernama Padang Karbala," ujar Syiafril.(cw1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: