Jika Lahan Air Kiliran Dibebaskan, Petani Ulu Manna Dapat Bantuan dan Subsidi Pemerintah

Jika Lahan Air Kiliran Dibebaskan, Petani Ulu Manna Dapat Bantuan dan Subsidi Pemerintah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Haroni,SP-Fahmi-radarbengkulu.disway.id

RADARBENGKULU, DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mengusulkan pembebasan lahan di wilayah Air Kiliran. Usulan pembebasan lahan Air Kiliran ini disampaikan langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Jakarta.

 

Jika disetujui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka manfaatnya bagi masyarakat dan petani disekitar sangat besar sekali.  

 

 

Sebab keberadaan lahan air kiliran ini berada di Kecamatan Ulu Manna seluas 60 hektar. Lahan ini nantinya bisa digunakan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan bersawah dan dijadikan lokasi pemukiman serta perluasan daerah.BACA JUGA:Pembebasan Lahan Untuk Penataan DDTS Bengkulu Dimulai 

 

 

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Haroni,SP mengatakan dengan pembebasan lahan Air Kiliran ini, masyarakat bisa mendapatkan bantuan untuk persawahan, seperti alat pertanian, pupuk subsidi dan lainnya untuk menunjang tumbuh kembangnya petani sawah yang ada di daerah tersebut.

 

 

"Karena sebelum wilayah Air Kiliran ini dibebaskan. Berbagai jenis bantuan pertanian tidak boleh diberikan dan masyarakat disana menggarap persawahannya  dengan modal sendiri. Kalau saat ini mereka boleh mengajukan berbagai bantuan kepada Pemerintah dan tidak menyalahi aturan,"kata Haroni, Jumat(28/07).

BACA JUGA:Pembebasan Lahan Balai Daerah Mukomuko Batal

 

 

Untuk pembebasan lahan wilayah Air Kiliran dibagi dua. 30 hektar untuk daerah pemukiman dan 30 hektar untuk daerah persawahan. Saat ini sebanyak 60 hektar wilayah Air Kiliran bukan termasuk lahan kawasan lagi, sehingga pemerintah bisa meningkatkan apa yang menjadi potensi masyarakat disana.

 

"Pembebasan lahan yang kita lakukan, tidak lain untuk memperluas lahan persawahan Kita di Bengkulu Selatan. Karena dari berbagai wilayah persawahan yang ada saat ini sudah banyak sekali yang alih fungsi bisa menjadi pemukiman dan perkebunan. Bukan hanya itu kita juga berusaha menjaga nama beras yang berasal dari Bengkulu Selatan seperti beras Seginim dan lainnya,"pungkas Haroni.

BACA JUGA:Pembebasan Lahan Jalan Tol Bengkulu Diusut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: