KHUTBAH IDUL FITRI: Menjaga Kemabruran Puasa Pasca Idul Fitri Membangun Manusia Berkarakter

KHUTBAH IDUL FITRI: Menjaga Kemabruran Puasa Pasca Idul Fitri Membangun Manusia Berkarakter

Prof. Dr. H. Zubaedi M. Ag M. Pd-Adam-radarbengkulu

Dengan menggunakan perspektif Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Ramadhan jika dijalani dengan sungguh akan meningkatkan dan meng-upgrade keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.  

Ramadhan yang berhasil antara lain: ditandai dengan meningkatnya level rohaniahnya, dari tahmid ke syukur menuju ke syakur (شَّكُور),   dari mukhlis ke mukhlas (مُخْلَص), dari shabir  ke  mashabir (مصابِرِ), serta dari al-taib ke at-tawwab (التواب).   

 

Dalam tinjauan Prof. Nasaruddin, syukur memiliki tiga tingkatan. 

Pertama, tahmid, yaitu mengucapkan lafaz alhamdulillah, saat kita memperoleh keberuntungan. 

Kedua, syukur, yaitu menyandarkan segala nikmat itu kepada Sang Pemberi Nikmat, yaitu Allah SWT dengan sikap rendah diri. Seseorang baru disebut bersyukur manakala memberikan hak-hak orang lain dari harta yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. 

 

Dapat dicontohkan, dari gaji dan pendapatan lain yang diperoleh dalam sebulan dikeluarkan minimum 2,5 persen kepada para mustahiq sebagai bagian dari zakat dan shadaqah kita. 

Ketiga, syakur, yaitu orang-orang yang tidak hanya mensyukuri kenikmatan, kebahagiaan, dan keberuntungan, tetapi juga mensyukuri segala bentuk musibah, penderitaan, malapetaka, dan kekecewaan yang melanda dirinya. 

 

Segala bentuk penderitaan dan kemalangan dianggapnya sebagai “surat cinta” Tuhan. Sekian lama ia dipanggil Tuhan dengan kenikmatan dan kebahagiaan tetapi tidak menyadarinya, bahkan terkadang mabuk dengan kemewahan dan kenikmatan hidup. 

Nama Tuhan yang disebut ketika dalam keadaan bahagia dan senang tidak seakrab dan sedalam ketika di dalam suasana kepedihan dan penderitaan. 

 

Tahmid dan syukur banyak dilakukan orang, lebih banyak lagi yang tidak bertahmid dan tidak bersyukur.  Sedangkan ke level syakur amat terbatas orang yang bisa sampai ke sana. 

Allah SWT juga menyatakan: “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih. (Q.S. Saba’/34:13).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: