4 Gereja Peninggalan Kolonial Belanda yang Berada di Kabupaten Malang, Berikut Sejarahnya

4 Gereja Peninggalan Kolonial Belanda yang Berada di Kabupaten Malang, Berikut Sejarahnya

Berikut ini Deretan Gereja Peninggalan Kolonial di Kabupaten Malang dan sejarah pembangunannya -Ist-

 

RADAR BENGKULU - Banyak gereja peninggalan kolonial Belanda dari Kabupaten Malang yang masih bertahan dan terjaga keasliannya. Tempat ibadah ini masih mempertahankan arsitektur Belanda.

 

Natal kali ini, gereja peninggalan Belanda ini juga akan menggelar kebaktian massal. Seperti gereja lainnya, gereja peninggalan Belanda ini dihiasi dengan dekorasi khas Natal. Kemeriahan Natal diungkapkan melalui dekorasi yang memadukan warna hijau, merah, dan putih.

Berikut dihimpun dari beberapa sumber, tercatat ada 4 gereja peninggalan kolonial di Kabupaten Malang

BACA JUGA:Cerita Perjuangan Pembangunan Gereja Toraja, Bentuk Bangunan yang Khas Menjadi Daya Tarik Wisata

BACA JUGA:Gereja PNIEL Blimbingsari, Tempat Ibadah Umat Kristen Tapi Mirip Pura di Bali

Setidaknya ada empat gereja peninggalan kolonial Belanda di Kabupaten Malang yang masih kokoh berdiri. Gereja selalu menjadi tempat ibadah bagi masyarakat.

1. Sejarah GKJW Sitiarjo, Kabupaten Malang

Gereja Peninggalan Kolonial ini terletak di Jalan Barat Greja No. 9 Dusun Palung RT 23 RW 05 Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA:11 Gereja Tertua dan Terindah di Indonesia, Berikut Sejarah Berdirinya

BACA JUGA:5 Gereja Terbesar di Dunia Dengan Arsitektur yang Indah, Berikut Sejarah Singkatnya

Menurut website Kekunoan, keberadaan gereja ini tidak terlepas dari sejarah Desa Sitiarjo. Menurut sejarahnya, desa ini didirikan oleh beberapa anggota masyarakat Kristen yang berasal dari Suwaru dan Wonorejo. Masyarakat membuka lahan pada tahun 1893 setelah melakukan dua survei lokasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: