Catatan Kaki : Saluran Gembira Anak SMA

Siswa saat bekumpul di perbatasan Bengkulu Tengah dengan Kabupaten Kepahiang-Azmaliar Zaros-
RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Polres Benteng mengamankan puluhan siswa tingkat SMA se Kabupaten Bengkulu Tengah yang melakukan aksi konvoi motor di jalan raya.
Lalu, aksi vandalisme dengan mencorat-coret baju seragam sekolah usai pengumuman hasil ujian Jumat (5/5).
BACA JUGA:Lapas Bengkulu Gelar Deklarasi Zero Handphone, Pungli dan Narkoba
Kebetulan, saya lewat dan juga melihat aksi konvoi mereka. Betapa gembira dan kompaknya mereka.
Puluhan siswa tersebut digiring ke Mapolres Benteng yang dikawal ketat mobil Satlantas Polres Benteng.
BACA JUGA:Alhamdulillah, Pelunasan Biaya Haji 2023 Diperpanjang Sampai 12 Mei, Buruan Setor
Kapolres Benteng, AKBP Dedi Wahyudi,SIK,MH melalui Kasatlantas Polres Benteng, Iptu.Wiyanto mengatakan, puluhan siswa itu dibawa ke Polres Benteng untuk diberikan pembinaan.
Kemudian, diberikan sosialisasi tentang lalu lintas. Kemudian, agar mereka tidak melakukan hal tersebut lagi.
BACA JUGA:Ini Dia Penyebab Inflasi Naik di Kota Bengkulu
BACA JUGA:Ada Apa Ya! Masih Ada Delapan Balon DPD yang Belum Daftar
Nyatanya, apa yang dilakukan sebagian kecil pelajar Benteng ini, termasuk juga pelajar yang ada di Kota Bengkulu, kabupaten lain di Provinsi Bengkulu ini belum berubah sebagai saluran kegembiraan menyambut kelulusan mereka dalam menamatkan pendidikan di jenjang SMA.
Demikian juga halnya dengan yang dilakukan aparat keamanan setiap tahun siswa melakukan aksi coret-coret baju sambil konvoi di jalan belum membuahkan hasil yang signifikan.
Seharusnya, mereka tidak melakukan lagi. Karena, pengumuman kelulusannya sudah berubah. Kalau dahulu, itu wajar. Mereka itu adalah melalui ujian nasional. Diumumkan dari pusat.
Sekarang, hanya melalui ujian sekolah. Gampang sekali lulusnya. Seharusnya, tidak usah terlalu berlebihan dalam menyalurkan kegembiraan dengan cara demikian.
BACA JUGA:Rp 100 Juta Dana Provinsi Mengalir ke Bapas Bengkulu
Bisa saja pembinaan yang dilakukan pihak sekolah kepada sebagian kecil pelajar ini, belum sampai ke pola pemikiran mereka. Sehingga apa yang dilakukan pihak sekolah tidak connect dengan mereka.
Bisa juga, pihak sekolah belum bisa memahami secara sempurna soal perasaan siswa dalam meluapkan kegembiraan mereka karena berbagai kondisi di lapangan.
BACA JUGA:Terlelap Tidur, Rumah Dedi Mizwar Dibobol
Demikian juga halnya dengan pihak kepolisian yang sudah berusaha mengawal dan membina mereka agar tidak lagi melakukan konvoi di jalan, nyatanya masih tetap lanjut.
Apa yang salah, ini perlu pemikiran yang lebih arif dan bijaksana dari semua pihak. Harus berpikiran positif. Kita tidak boleh memvonis siswa yang salah. Bagaimana pun juga, ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membina generasi muda agar menjadi anak-anak yang baik sebagai penerus generasi bangsa.
Kemudian, tidak ada salahnya terus melakukan pendekatan kembali dengan para pelajar yang mau menamatkan pendidikannya. Kan, banyak juga siswa yang baik. Seragamnya diserahkan ke orang yang butuh, ke sekolah.
Tidak ada salahnya diadakan poling pendapat dengan masing-masing pelajar di sekolah masing-masing. Bila perlu, catat semua dampak positif dan negatifnya dengan semua aksi yang mereka lakukan itu. Setelah semua terkumpul, baru dicarikan jalan terbaiknya.
Andaikan apa yang mereka lakukan itu yang terbaik, tidak ada salahnya kita ikuti kemauan mereka itu. Toh, yang sudah-sudah, aksi yang mereka lakukan itu tidak lama. Paling satu atau dua hari.
Silahkanlah konvoi, tapi dikoordinir dengan baik. Bila perlu bentuk panitianya. Kemudian, polisi tinggal mengamankanya saja lagi. Memang, ini akan mengganggu lalu lintas. Tapi, itu kan cuma sebentar.
BACA JUGA:Imam Madinah Sindir Jemaah Indonesia
Orang juga tahu itu. Mereka juga rasanya tidak masalah. Toh, itu cuma sekali setahun. Itung-itung itu untuk hiburan saja. Kalau siswa itu senang, siapa tahu akan muncul manfaat yang banyak nantinya.
Malahan, kalau ini bisa dikelola dengan baik. Adakan kegiatan itu di lokasi tertentu. Seperti dipusatkan di tempat wisata di Pantai Panjang dengan melewati rute-rute tertentu dan finish di Pantai Panjang lagi.
BACA JUGA:Produktif, Hasil Produksi Lapas Arga Makmur Tidak Kalah dengan Yang Lain
Bisa juga dipusatkan di Kecamatan Taba Penanjung atau di Kepahiang dengan rute perjalan diadakan di liku sembilan Taba Penanjung.
Bila itu dikelola dengan baik ini bisa jadi even pariwisata dan akan memberikan manfaat yang lebih baik juga. Bisa lebih memperkuat semangat persatuan sesama pelajar.(Azmaliar Zaros)
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan Pantau Ini Tiga Bulan Sekali
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: