Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan Dukung Program SDN 95 Sebilo

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Bengkulu Selatan Dukung Program SDN 95 Sebilo

Sekolah Dasar Negeri 95 Sebilo Kecamatan Pino laksanakan penguatan perubahan pembelajaran pada kelas awal SD 2024-Fahmi-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Manna -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan mendukung langkah dan program Sekolah Dasar Negeri (SDN) 95 Sebilo, Bengkulu Selatan yang melaksanakan penguatan perubahan pembelajaran pada awal kelas SD.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya M.Pd menyampaikan bahwa terobosan yang diambil oleh SDN 95 ini sangat relevan. Perubahan ini diharapkan bisa menjadi perubahan yang lebih baik dalam bentuk  linier dan juga siklus pendidikan.

BACA JUGA:Gusnan Mulyadi Bilang Ini Kepada Pasangan Calon Peserta Pilkada Bengkulu Selatan

BACA JUGA:Kapolres Bengkulu Selatan Bilang Ini Soal Pengamanan Pendaftaran Paslon Pilkada di KPU

 

"Perubahan itu menyangkut teknik pembelajaran, pendekatan pelajaran, metode pengajaran guru terhadap siswa. Kalau dulu kita menggunakan kurikulum K13, kalau sekarang kita menggunakan kurikulum merdeka. Didalam Kurikulum Merdeka ini ada beberapa teknik, pendekatan dan metode yang harus dilakukan untuk diubah,"papar Lusi di SDN 95 kemarin.

Tujuannya, paparnya, agar anak ini betul - betul nantinya sebagai subjek pembelajar. Bukan hanya sebagai objek. Nantinya guru disitu berperan sebagai agent of change dari hal - hal yang tidak digunakan lagi dalam pembelajaran menuju kepada secara realitanya dibutuhkan untuk anak tersebut mempunyai skil untuk masa depannya.

BACA JUGA:Inga Tati - Dang Rizal Akan Lakukan Perubahan Untuk Kemajuan Bengkulu Selatan

BACA JUGA:Reskan Efendi - Faizal Mardianto Ingin Menuntaskan Pembangunan di Bengkulu Selatan

 

Contohnya tentang basis pembelajaran yang mana dahulu basis pembelajaran IT tidak diprioritaskan, tetapi dengan adanya perubahan kurikulum, basis tersebut sangat diprioritaskan untuk mempersiapkan generasi bangsa. Karena mengapa, kalau anak itu tidak mampu menguasai IT, maka sama saja anak itu seperti lumpuh dalam kehidupan.

"Apalagi dizaman sekarang ini, semuanya hampir mengarah kepada berbasis IT.Langkah - langkah yang harus dilakukan adalah merubah mindset seseorang guru terhadap metode, teknik dan pendekatan pembelajaran. Seterusnya, guru juga diajarkan menggunakan perangkat - perangkat pembelajaran saat ini,sehingga mereka bisa menggunakannya,dengan tugas dunia pendidikan ini bagaimana cara membangun jalan  pikiran setiap guru dan murid,"jelas Lusi.

BACA JUGA:Meriah Sekali, Pasangan Rifai Tajuddin - Yevri Sudianto Mendaftarkan Diri ke KPU Bengkulu Selatan

BACA JUGA:Diserahkan Bupati Gusnan Mulyadi, 35 PPPK Damkar Bengkulu Selatan Terima Perpanjangan SK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radarbengkulu